Jika kita mengakses suatu situs web kemudian saat kita memberikan input yang tidak semestinya pada field browser ataupun pada field userId dan Password, maka web yang memiliki vurnerability akan terjadi Buffer Overflow.
Apakah yang dimaksud dengan Buffer Overflow ? Buffer adalah tempat penampungan. Overflow artinya kelebihan muatan. Jadi buffer overflow = suatu kondisi dimana element-element yang ada tidak dapat lagi menempati tempat penampungan yang ada.
Contohnya : char rumah[25]; // rumah yang bisa berisi 25 orang saja. char kamar[10]; // kamar yang bisa berisi 10 orang saja. Jika semua yang ada di rumah (25 orang) masuk ke dalam kamar (yang hanya bisa berisi 10 orang saja), kamar itu tidak akan dapat menampung 15 orang lainnya. Hal inilah yang bisa kita katakan buffer overflow, dimana kamar itu adalah buffer dan karena kapasitas kamar lebih kecil dari kapasitas yang akan masuk maka dapat dikatakan overflow.
Ok deh sekian dulu tulisan hari ini, yang terpenting adalah penguatan konsep dulu secara teoritis, sambil berjalan menuju ke arah lebih teknis. Wish me luck !!! Hehe...
Kamis, 14 Oktober 2010
Arbitrary Code Execution
Mengikuti anjuran salah satu guru fav, saya coba up date blog ini dengan tulisan-tulisan yang belum tentu berbobot hehe...Kata beliau (guruku) yang penting isi dalam sisi kuantitas terlebih dahulu, kualitasnya boleh belakangan...alias lagi kuantitas no.1, kualitas no 73, itu kan bagi beliau, kalo bagi saya si kualitasnya jadi no.1073 hehehe...tapi yang penting jadi 'seleb digital' aja dulu deh. Great Point !!!
Oke deh blog hari ini saya isi dengan tema masih seputar keamanan informasi, yaitu Arbitrary Code Execution saya singkat ACE, sebagai kelanjutan dari blog berjudul "Pengantar Shellcode". Sebagai pembuka ada baiknya untuk memperjelas tulisan mengenai Pengantar Shell Code adalah dengan menjawab pengertian Shell Code dan kenapa disebut shellcode, yaitu :
Bila hacker bisa membuat program mengeksekusi code apapun yang dia mau, maka code apakah yang dipilihnya? Pilihan terbaik adalah code yang memberikan dia shell sehingga dia bisa memberi perintah lain yang dia mau dengan leluasa. Oleh karena itu code itu disebut Shell Code.
Walaupun umumnya Shell Code memberikan shell, Shell Code tidak selalu memberikan shell. Attacker bebas menentukan code apa yang akan dieksekusi di komputer korban. Shell Code bisa melakukan apa saja mulai dari menghapus file, memformat hardisk, mengirimkan data, menginstall program baru dsb terserah keinginan attacker.
Nah sekarang, saya bahas mengenai ACE :
Dalam perancangan suatu sistem ataupun produk dari suatu sistem teknologi informasi yang dibangun selalu terdapat kesalahan/kekurangan yang diakibatkan oleh adanya Human Error yang dapat diistilahkan dengan istilah Vurnerability. Vurnerability merupakan bentuk human error yang menyatakan kecerobohan sang programmer saat membuat program, akibatnya program tersebut menjadi rentan disusupi para hacker dengan cara mengeksploit sehingga ACE pun dapat ditanam pada shell yang diretas dalam memory komputer. Bila sudah sampai pada tahapan ini maka seorang hacker telah dapat menjalankan code apapun yang diinginkannya, sehingga program akan mengikuti instruksinya dan mengabaikan perintah penciptanya, kondisi inilah yang disebut dengan Arbitrary Code Execution.
Dengan kata lain ACE adalah kondisi dimana attacker dapat menginjeksi sembarang code/instruksi ke dalam suatu proses yang sedang running, kemudian code tersebut dieksekusi. Code yang diinjeksi itu disebut dengan shellcode. Code dalam shellcode adalah dalam bentuk bahasa mesin atau opcode. Biasanya opcode ini tidak dituliskan dalam nilai binary karena akan menjadi sangat panjang, melainkan memakai nilai hexa yang lebih kompak.
Untuk penjelasan lebih lanjut pending aja dulu yah...maklum saya ini kan masih belajar (Seleb digital ranking 1073 hehe)
Oke deh blog hari ini saya isi dengan tema masih seputar keamanan informasi, yaitu Arbitrary Code Execution saya singkat ACE, sebagai kelanjutan dari blog berjudul "Pengantar Shellcode". Sebagai pembuka ada baiknya untuk memperjelas tulisan mengenai Pengantar Shell Code adalah dengan menjawab pengertian Shell Code dan kenapa disebut shellcode, yaitu :
Bila hacker bisa membuat program mengeksekusi code apapun yang dia mau, maka code apakah yang dipilihnya? Pilihan terbaik adalah code yang memberikan dia shell sehingga dia bisa memberi perintah lain yang dia mau dengan leluasa. Oleh karena itu code itu disebut Shell Code.
Walaupun umumnya Shell Code memberikan shell, Shell Code tidak selalu memberikan shell. Attacker bebas menentukan code apa yang akan dieksekusi di komputer korban. Shell Code bisa melakukan apa saja mulai dari menghapus file, memformat hardisk, mengirimkan data, menginstall program baru dsb terserah keinginan attacker.
Nah sekarang, saya bahas mengenai ACE :
Dalam perancangan suatu sistem ataupun produk dari suatu sistem teknologi informasi yang dibangun selalu terdapat kesalahan/kekurangan yang diakibatkan oleh adanya Human Error yang dapat diistilahkan dengan istilah Vurnerability. Vurnerability merupakan bentuk human error yang menyatakan kecerobohan sang programmer saat membuat program, akibatnya program tersebut menjadi rentan disusupi para hacker dengan cara mengeksploit sehingga ACE pun dapat ditanam pada shell yang diretas dalam memory komputer. Bila sudah sampai pada tahapan ini maka seorang hacker telah dapat menjalankan code apapun yang diinginkannya, sehingga program akan mengikuti instruksinya dan mengabaikan perintah penciptanya, kondisi inilah yang disebut dengan Arbitrary Code Execution.
Dengan kata lain ACE adalah kondisi dimana attacker dapat menginjeksi sembarang code/instruksi ke dalam suatu proses yang sedang running, kemudian code tersebut dieksekusi. Code yang diinjeksi itu disebut dengan shellcode. Code dalam shellcode adalah dalam bentuk bahasa mesin atau opcode. Biasanya opcode ini tidak dituliskan dalam nilai binary karena akan menjadi sangat panjang, melainkan memakai nilai hexa yang lebih kompak.
Untuk penjelasan lebih lanjut pending aja dulu yah...maklum saya ini kan masih belajar (Seleb digital ranking 1073 hehe)
Minggu, 10 Oktober 2010
Tune Up Engine
Karena Blog ini temanya campur aduk, jadi saya tuliskan pula mengenai Tulisan berupa rangkuman Tune Up Engine yang memang diperuntukkan bagi para siswa saya khususnya yang pada saat ini tengah melaksanakan Prakerin, ini sebagai suplemen sederhana.
1.Perawatan komponen-komponen engine dilaksanakan dengan pekerjaan Tune-up engine.
2.Tune-up engine: mengembalikan kinerja engine secara maksimal dengan memelihara, menyetel dan mengganti komponen yang mendukung kinerja engine.
3.Pekerjaan Tune-up meliputi:
a)Sistem pendingin
b)Tali kipas
c)Saringan udara
d)Baterai
e)Oli mesin
f)Busi
g)Kabel tegangan tinggi
h)Distributor
i)Baut kepala silinder dan penumbuk katup
j)Celah katup
k)Karburator
l)Putaran idel
m)Konsentrasi CO
n)Tekanan kompresi.
4.Alat tes sistem pendinginan adalah Radiator tester.
5.Pengukuran tegangan tali kipas antara pompa air dan alternator, antara engkol dan kompressor.
6.Pengukuran baterai meliputi: kondisi terminal, kondisi kotak baterai dan berat jenis elektrolit.
7.Perawatan sistem pelumasan: kondisi dan kapasitas oli, penggantian saringan oli.
8.Perawatan busi: membersihkan , menyetel atau mengganti busi.
9.Tahanan kabel tegangan tinggi kurang dari 25 k.
10.Pemeriksaan distributor meliputi: tutup dan terminal-terminal tutup distributor,rotor, governor advancer, vakum advancer, penyetelan celah platina dan sudut dwell.
11.Prosedur menyetel pengapian: hidupkan engine, pasang timing light, lihat tanda penyesuai, tepatkan dengan menggerakkan distributor.
12.Prosedur menyetel celah katup: Kencangkan baut kepalasilinder dan penunjang batang penumbuk, posisikan tanda timing pada TOP kompresi silinder 1, setel katup buang silinder 1 dan 3 dan katup masuk silinder 1 dan 2. Putar 360 0 Setel katup masuk dan buang yang belum disetel.
13.Pemeriksaan Karburator meliputi: kerja trotel,pompa akselerasi, cuk, pembuka cuk, putaran dan campuran idel.
14.Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menyetel putaran dan campuran idel: air filter terpasang, suhu air normal, cuk membuka penuh, perlengkapan tambahan mati, semua slang vakum terpasang, transmisi netral, pengapian tepat, tacho dan pengukur vakum terpasang dan meteran CO posisi NOL siap pakai.
15.Prosedur tes tekanan kompresi: Panaskan engine, membuka semua busi, melepas kabel tegangan tinggi koil, memasang alat tes, menstarter engine dan membaca hasil pengukuran.
Nah, bila kurang jelas silahkan bertanya, mudah-mudahan dapat saya jawab. Tks
1.Perawatan komponen-komponen engine dilaksanakan dengan pekerjaan Tune-up engine.
2.Tune-up engine: mengembalikan kinerja engine secara maksimal dengan memelihara, menyetel dan mengganti komponen yang mendukung kinerja engine.
3.Pekerjaan Tune-up meliputi:
a)Sistem pendingin
b)Tali kipas
c)Saringan udara
d)Baterai
e)Oli mesin
f)Busi
g)Kabel tegangan tinggi
h)Distributor
i)Baut kepala silinder dan penumbuk katup
j)Celah katup
k)Karburator
l)Putaran idel
m)Konsentrasi CO
n)Tekanan kompresi.
4.Alat tes sistem pendinginan adalah Radiator tester.
5.Pengukuran tegangan tali kipas antara pompa air dan alternator, antara engkol dan kompressor.
6.Pengukuran baterai meliputi: kondisi terminal, kondisi kotak baterai dan berat jenis elektrolit.
7.Perawatan sistem pelumasan: kondisi dan kapasitas oli, penggantian saringan oli.
8.Perawatan busi: membersihkan , menyetel atau mengganti busi.
9.Tahanan kabel tegangan tinggi kurang dari 25 k.
10.Pemeriksaan distributor meliputi: tutup dan terminal-terminal tutup distributor,rotor, governor advancer, vakum advancer, penyetelan celah platina dan sudut dwell.
11.Prosedur menyetel pengapian: hidupkan engine, pasang timing light, lihat tanda penyesuai, tepatkan dengan menggerakkan distributor.
12.Prosedur menyetel celah katup: Kencangkan baut kepalasilinder dan penunjang batang penumbuk, posisikan tanda timing pada TOP kompresi silinder 1, setel katup buang silinder 1 dan 3 dan katup masuk silinder 1 dan 2. Putar 360 0 Setel katup masuk dan buang yang belum disetel.
13.Pemeriksaan Karburator meliputi: kerja trotel,pompa akselerasi, cuk, pembuka cuk, putaran dan campuran idel.
14.Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menyetel putaran dan campuran idel: air filter terpasang, suhu air normal, cuk membuka penuh, perlengkapan tambahan mati, semua slang vakum terpasang, transmisi netral, pengapian tepat, tacho dan pengukur vakum terpasang dan meteran CO posisi NOL siap pakai.
15.Prosedur tes tekanan kompresi: Panaskan engine, membuka semua busi, melepas kabel tegangan tinggi koil, memasang alat tes, menstarter engine dan membaca hasil pengukuran.
Nah, bila kurang jelas silahkan bertanya, mudah-mudahan dapat saya jawab. Tks
Langganan:
Postingan (Atom)